Tuesday, June 4, 2013

One

I feel my heartbeat, when you run your fingers through my hair.
Yeah I can feel you, I can feel you by my side when you're not there.
Just as my life fades to darkness, you make me see the light.
Show me that my search is over. I pay the price, I pay the price.

Tell you someday baby, you and I should be one, one.
Do it always, brighter that the eye can see, we hide the sun.

The  taste of love is sweet like honey on the vine
Like the wind that feeds fire, two souls become entwined.
Someday baby, you and I should be one, one

So I'm standing around this corner, tall enough to touch the New York sky. Oh yes.
My love is so blind, I just cannot hear or see the world go by. Oh yes.
Someone can love so completely.
One kiss should break the seal.
Truth can be stranger than fiction.
This love is real, this love is real.

Tell you someday baby, you and I should be one, one.
Do it always, brighter that the eye can see, we hide the sun.
Ah we are one, we are one.

I will follow. Count on me, I'll never let you down. Oh yes.
My devotion, if love is like an ocean I will surely drown. Oh yes.
You'll be my only possession.
I'll be a slave to you.
We hold the power together.
Just me and you, just me and you.

Tell you someday baby, you and I should be one, one.
Do it always, brighter that the eye can see, we hide the sun.
Tell you someday baby, you and I should be one, one.

You know my life is in your hands, and every breath you take is planned.
And all this love goes on forever

Tell you someday baby, you and I should be one, one.
Do it someday baby, you and I should be one, one.
Do it someday baby, you and I should be one, one.....

-One, Bee Gees-

Saturday, May 11, 2013

Favorite

Untuk kamu yang masih menjadi favorit

halo kamu disana, apakabar? bagaimana pertandinganmu semalam? semoga kamu selalu diberikan yang terbaik untuk hidupmu yaa. agak awkward untuk menanyakan kabar padamu hariini, padahal sebelumnya aku lah orang sebaya yang seharusnya paling tahu kabar dan kegiatanmu di satu hari penuh.

baru kemarin kita bertutur sapa dengan ramahnya, menyuarakan sapaan "cay" seperti biasanya. layaknya yang selalu kita lakukan selama tiga tahun bersama. ya, mungkin hampir tiga tahun karena kenyataannya kita baru akan menikmati masa tiga tahun kita pada tanggal 4 di bulan Juni yang artinya bulan depan. ya, tanggal 4 masih menjadi favoritku saat ini.
baru kemarin juga aku merasakan sesuatu yang paling aku takuti untuk terjadi bersama kamu, mengetahui bahwa semua firasat yang disampaikan menjadi nyata, mengetahui kamu yang berubah menjadi "bukan kamu" dalam hitungan detik, mengetahui kamu yang saat ini mungkin sudah sangat tidak ingin untuk menjadi teman baikku, mengetahui bahwa semua yang terjadi ini sebenarnya salahku penuh. aku tak ingin membuatmu murka. dan yang aku takuti benar terjadi, kamu tidak akan pernah menoleh ke aku lagi.

aku bingung sebenarnya untuk mendeskripsikan ini semua seperti apa. posisiku sulit untuk ditelaah dengan logika. yang aku percaya sekarang bahwa semua yang terjadi memang sudah jalan dari Tuhan, semua mimpi dan firasat yang diberikan memang mungkin sudah jalan yang seharusnya terjadi. tapi jujur aku sangat sedih dengan cara yang terjadi kemarin. kamu orang baik, dan aku tidak ingin memperlakukan orang baik apalagi yang baik untukku dengan cara yang tidak baik. mungkin kamu akan menyerukan "bullshit" kepadaku untuk kesekian kalinya, iya tak apa. tapi seperti yang pernah aku bilang padamu, kamu adalah paket komplit untuk menjadi penasihat, teman terdekat, abang, partner, dan aku selalu ingin menjadi teman terbaik atau sahabat untukmu. sakit mungkin pada awalnya, saat ini pun aku masih belum bisa dan masih harus belajar bagaimana rasanya jauh dari kamu. tapi aku percaya bahwa masing-masing diantara kita pada nantinya mengerti tentang apa yang sudah diatur oleh Tuhan. manusia boleh berencana namun Tuhan pula yang memutuskan bukan?

dari semuanya, aku tidak ingin menyakiti siapapun. jika boleh memilih sebenarnya aku lebih memilih biar aku saja yang merasakan sakit itu, adil kan.
aku tidak ingin menjadikanmu sebagai pilihan, tapi apa daya itulah yang sebenarnya aku rasakan. beribu maaf yang aku ucapkan tulus dari hati sepertinya tidak akan bisa meredam emosimu saat ini. ya, aku sadar itu.

TERIMAKASIH BANYAK untuk waktu tiga tahun terbaik yang kita alami bersama, yang aku alami bersama kamu. terimakasih karena kamu orang pertama yang memberitahu aku bagaimana jatuh cinta itu sebenarnya, terimakasih banyak karena kamu orang pertama yang mengajariku dan memberikanku rasa menjadi sempurna dan satu-satunya untuk orang sebaya yang paling tersayang, terimakasih telah mengisi hari-hariku disekolah dengan sempurna, terimakasih telah mengajariku bagaimana rasanya membiasakan diri dengan jarak dan belajar mempercayaimu dengan utuh, terimakasih karena kamu telah membuatku dewasa untuk megambil sikap, terimakasih karena kamu telah membuatku mengerti bagaimana rasanya memupuk rindu untuk bertemu, terimakasih banyak untuk segala yang kamu lakukan kepadaku selama tiga tahun ini, terimakasih kamu telah mempercayai aku (walaupun pada akhirnya aku telah merusak kepercayaanmu kepadaku), terimakasih kamu telah mencintaku dengan sempurna, terimakasih telah menghadirkan tawa rindu sedih dan perasaan yang tidak bisa dideskripsikan ketika aku dekat ataupun jauh dari kamu, terimakasih karena kamu pria pertama yang membuatku merasakan yang namanya cemburu buta dan membuatku sangat takut dengan yang namanya kehilangan, terimakasih Tuhan karena telah mempertemukanku dengan kamu lewat skenario yang sangat sempurna, terimakasih untuk pertemuan pertama di sekolah yang membuatku merasakan bagaimana indahnya mimpi yang menjadi kenyataan, terimakasih untuk pertemuan di pulau dewata yang membuatmu menoleh kepadaku untuk pertama kalinya, terimakasih karena kamu telah menerimaku dengan apa adanya sehingga membuatku menjadi perempuan paling beruntung di dunia, terimakasih Tuhan telah menghadirkanmu ke dunia dan membuatku merasakan hal-hal indah yang terjadi bersama kamu, terimakasih karena dengan semua hari-hari indah yang aku lewati bersamamu dan semua kejadian yang terjadi tanpa direncanakan itu telah membuatku belajar bagaimana menjadi ikhlas. terimakasih banyak karena kamu ingin menjagaku dari pria-pria tidak baik yang ingin mengangguku. 
masih banyak terimakasih yang ingin aku sampaikan kepadamu, terlalu banyak bahkan. tapi jujur aku butuh satu waktu untuk menjelaskan padamu tentang semua yang terjadi.
The Hardest Goodbye Ever. tapi aku harus ikhlas, ini konsekuensi dan resiko yang memang harus aku dapat.

biarkan tulisan ini mewakili semua perasaanku dan curahan hatiku walaupun aku tak mungkin menceritakannya dengan detail disini. aku hanya ingin bernafas lega, biar Tuhan yang mengatur segala sesuatu dan nantinya akan terjadi apa. aku hanya bisa berdoa dalam setiap sholatku yang terbaik untukmu dan yang terbaik untukku. memang dalam setiap pertemuan pasti ada perpisahan.
Goodbye friend, mungkin kita memang tidak bisa menjalani hidup dan cita-cita kita bersama lagi. semua sudah ada yang mengatur. mungkin aku memang bukan yang terbaik untukmu. sukses dan lekas menjadi dokter ya dan sukses juga di dunia basket nya. tetap jadi "kamu" yang dulu yaa karena aku memperhatikanmu dari jauh. goodluck and take care, aku bangga sama kamu :')




"boy i know we have some good times. it's sad but now we gotta say goodbye
boy you know i love you, i cant deny..
i know it's hurts so much but it's best for us, somewhere along this windy road we lost the trust
so i'll walk away so you don't have to see me cry, it's killing me so.
baby you'll do well, and i'll be fine
cause we're better off, separated."

Friday, May 10, 2013

Enigmatic

lebih dari satu bulan untuk nulis semuanya disini, tapi bingung aja karena terlalu banyaaaaaakkkk yang mau dicurhatin, terlalu banyak yang bikin bingung, terlalu sering bikin air mata netes sendiri, terlalu simple untuk dilihat sebenarnya tapi terlalu rumit untuk dicerna, terlalu takut untuk dilakukan, terlalu senang tapi terlalu sedih buat dirasakan, harus keluar dari zona nyaman katanya? ya, mungkin.

aku bingung. ketika mimpi datang dalam lelap, sebenarnya pertanda apa yang diberikan?
apakah mimpi itu datang karena kita terlalu memikirkan suatu hal? apa mimpi itu datang memang sebagai sebuah firasat? apa mimpi datang hanya sebagai kembang tidur belaka?

aku takut, aku bingung.
mungkin biar cuma aku aja yang ngerasain, biar cuma aku yang tau sebenarnya harus seperti apa.
semuanya butuh proses untuk hasil yang baik. dan untuk kamu orang yang baik, kamu pantas untuk mendapatkan dan diperlakukan dengan sesuatu yang terbaik.

tapi aku percaya kok, semua yang aku rasain, semua yang terjadi, sebenarnya udah ada yang ngatur. ada Tuhan sebagai sutradara terbaik, dan semuanya pasti ada maksud, tujuan, dan alasannya masing-masing.

Friday, April 5, 2013

hello 4!

Hai bulan ke-empat dalam barisan duabelas bulan yang ada untuk memenuhi satu tahun.

Malam menjelang subuh ini aku merasakan sesuatu yang jarang aku rasakan. Aku merasa takut yang kemudian berubah menjadi perasaan bersalah. Perasaan ini untuk satu manusia yang sudah lumayan lama aku kenal. Yang jelas, manusia ini sudah menjadi orang terdekatku untuk waktu yang lumayan lama.

Aku takut. Takut ketika dulu aku pernah berharap pada suatu yang sebanarnya sepele untuk diharapkan. Aku takut ketika aku kembali mengingat semua baris perkataanku pada sebuah harap yang perlahan menjadi nyata. Aku takut akan kebingunganku sendiri ketika pilihan itu berdiri di depan mata, lebih dari satu tapi ada rasa yang mengganjal entah itu dari mana. Aku takut ketika aku ragu pada sebuah pilihan dan terjebak untuk memutuskan sesuatu yang sebenarnya dimulai oleh diriku sendiri. Aku takut salah langkah, ketika yang lain benar dan aku salah atau aku yang benar dan yang lain salah. 

Sebenarnya aku takut akan kebingunganku, keganjalanku sendiri. Saat manusia lain bersua tentang hitam putih yang aku dapat. Aku putuskan untuk menoreskan merah diantaranya. Tapi sungguh, aku tak tahu mana yang benar, mana yang terang.

Tuhan, tolong aku. Aku tidak ingin menjadi linglung hanya untuk sesuatu yang sebenarnya mungkin tak perlu aku bingungkan. 



Oh iya, menutupi kebingunganku, aku tak akan bingung untuk mengucapkan ini kepada kamu, Dhanu.
Selamat tanggal 4 yang ke-34 kalinya, hampir tiga tahun menjadi paket komplit dalam menjadi pacar, teman, sahabat, partner, penasihat, kakak, dan semuanya hahaha. Wo Ai Ni :-)

Saturday, March 16, 2013

sigh

ga ngerti lagi sih ini mau nangisnya kayak apa

handphone rusak, ga ada hp cadangan, blm dikirimin duit bulanan, atm dua-duanya gabisa diambil, harus ikut diklat ukm tapi terhalang tugas blm ada yg selesai, dibantu ngerjain tugas sm bokap tapi sampe sekarang blm dikirimin emailnya dari tiga hari yang lalu dan bokap gabisa ditelfon semua nomornya (karena gue ga ngerti ttg kasusnya sama sekali jadi gue minta tolong bokap karena gue rasa dia expert di bidang itu), internet bapuk, dan terparah gue baru bisa pulang ke rumah minggu depan.
paling bikin bete sekarang sbenarnya masalah tugas sih, tugas yg udah dijanjiin bakal dibantuin ini kan bikin ngarep bet ngarep ehhhhh gitu ajadong gabisa ditelfon bikin bete, mumet tau ga.

mau nangis juga kayaknya percuma gitu cuma bikin capek ga akan selesai juga, harus ngapain gue seminggu tanpa handphone? dikabarin lewat mana ini? informasi yang ketinggalan apa aja ini?
apes banget gue, kurang ibadah kayaknya :''''''''''''''''''''''''(

yaudahlah, untuk skrg ngandelin service di jatos dulu aja kali yaa huft

ya allah tolongin.... mamaaaaa :'-(

Thursday, March 14, 2013

Singkat

Mimpi yang singkat. 
Tapi ketika mimpi itu terasa seperti nyata bahkan sampai kita sulit menyadarinya, singkat tak perlu dipermasalahkan.

Cinta yang singkat.
Tapi ketika cinta itu dijalani tulus oleh dua orang dan bisa saling melengkapi satu sama lainnya dengan memegang teguh komitmen yang sama, singkat tak perlu dipermasalahkan.

Masa kuliah yang singkat.
Tapi ketika semua waktu digunakan untuk tetap berorganisasi dan aktif dengan nilai memuaskan dari hasil belajar dan penyelesaian tugas tepat pada waktunya, singkat tak perlu dipermasalahkan.

Hidup yang singkat.
Tapi ketika hidup itu dijalani sesuai jalannya dengan menyeimbangan kepentingan/kebutuhan duniawi dan akhirat, singkat tak perlu dipermasalahkan.

Waktu yang singkat.
Tapi ketika waktu itu dipergunakan untuk melakukan hal yang baik dan benar serta berguna dan tidak sia-sia, singkat tak perlu dipermasalahkan.

Masalah? Tidak.


Yang menjadi masalah ketika kita sudah mengetahui prinsipnya, sudah tau mana yang benar dan mana yang salah, tapi kita masih dalam kebingungan dan kesesatan untuk berada di jalur yang mana. Waktu terus berjalan, dan seketika itu pula singkat dipermasalahkan.
Seperti masa kuliah yang singkat, kita mengeluhkan singkatnya waktu untuk kita mengerjakan tugas. Terpacu oleh deadline dipasangi oleh banyaknya jumlah tugas yang harus diselesaikan.

Masalah? Ya.

Sunday, February 17, 2013

D-1

Selamat pagi hari ke 17 di bulan favorite saya, Februari.

haha gila kehidupan akhir zaman banget yah dimana waktu berputar begitu cepat. 
ga kerasa kalo besok gue udah ga bangun di kamar sendiri. ya, ga kerasa kalo ntar malem gue udah tidur di kamar kostan gue dan kembali ke kehidupan gue sebagai anak kuliah.

ya, h minus 1 menuju kehidupan mahasiswa semester 4 jurusan PR yang harus menghadapi mata kuliah yang namanya aja ga enak buat dibaca dan dilihat. ya, mau ga mau harus dijalanin kan. ganbatte heeeeee!
oh iya, h minus 1 juga menuju kehidupan gue sebagai perempuan yang berusia 19 tahun.
wow, i'm not a girl anymore but not yet a woman right hahaha

daritadi lihat twitter itu isi timeline kebanyakan keluh kesah anak-anak nagor yang masih ga rela buat balik dan menghadapi kenyataan kalo besok udah masuk kuliah. 
gue gatau sebenarnya harus sedih atau seneng atau biasa aja buat menghadapi hari senin besok.
harusnya sih seneng karena gue besok ulangtahun, tapi di lain sisi gue bete karena harus balik ke nangor yang artinya gue harus perpisahan sama nyokap dan adek gue. sedih.
lebih sedih lagi karena selama liburan ini gue belum sempet sama sekali ketemu sama tania, jedi, eta, dan syifa. itu sedih banget loh sumpah disaat gue bisa ketemu temen-temen gue yang lain tapi susah gitu samain jadwal buat ketemu temen-temen deket gue yang satu itu.

buat sekedar sharing aja, gue lagi duduk di ruang tamu sekarang, menatapi layar dan barang-barang bawaan gue buat balik ke nangor dan dengan sedikit tetesan air mata. iya, gue nangis.
hari ini rencananya gue bakal dianter bokap balik ke nangor karena gue bawa barang bawaan yang berat-berat. ya gue ga mungkin naik primjas karena bawaan gue emang banyak banget. ditambah nyokap gue juga lagi ada kerjaan di kantornya jadi gabisa nganter gue. sebagai perjanjian, gue gamau bokap gue bawa si wanita yang gue benci itu. tapi gue baru aja dapet telfon kalo bokap gue ga sehat dan harus ditemenin sama si dia. oh god, gue bete maksimal. muncak.
bisa ga sih satu kali aja nyenengin gue disaat gue mau ulangtahun dengan cara kecil yaitu bikin gue ga sakit hati? F!

ya itu curhatan gue pagi-pagi mungkin. please, i dunno what to do. mama i need you :''''''''''''''''''''''''''''''''''''